Renungan
Apakah Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala berikut ini?
- Anda kesulitan mendapatkan uang yang Anda butuhkan?
- Anda merasa lelah bekerja keras dan membanting tulang untuk mendapatkan uang?
- Anda merasa telah mengerahkan segala cara namun uang yang Anda harapkan tak kunjung datang?
Jika jawaban Anda adalah "ya" terhadap salah satu, sebagian atau semua pertanyaan di atas, mungkin selama ini Anda melihat uang dengan cara yang salah. Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak kisah berikut ini.
Renungan
Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal. aku bermimpi ingin mengubah Dunia. Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifan-ku, kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah. Maka cita-cita itupun agak aku persempit, lalu kuputuskan untuk hanya mengubah Negeriku.
Renungan
"
Not everything that can be counted counts, and not everything that counts can be counted."
Albert Einstein
Suatu ketika, di sebuah kerajaan yang sangat tentram dan makmur, para penasehat kerajaan memiliki rencana untuk menuduh bahwa Sang Raja telah menggunakan kekayaan kerajaan dengan semena-mena. Maksud dibalik rencana tersebut adalah agar Sang Raja bisa digulingkan dengan Ketua Penasehat bisa mengambil alih tahta kerajaan. Dalam menjalankan niatnya itu, maka para penasehat menghasut Sang Pangeran agar mau membujuk Sang Raja untuk
melakukan perbuatan yang merugikan kerajaan.
Renungan
Anda mungkin pernah mendengar ungkapan-ungkapan sebagai berikut:
- "Yah, sudah suratan takdir saya menjadi pegawai rendahan."
- "Saya terima nasib saja menjadi orang kecil."
- "Dasar garis tangannya, orang itu akhirnya jadi pengusaha sukses."
Ungkapan seperti diatas sangat sering kita dengar atau bahkan kita ucapkan sehingga tanpa kita sadari menjadi sebuah mitos yang dianggap benar namun sesungguhnya belum teruji. Pertanyaan bodoh saya terhadap ungkapan-ungkapan tersebut adalah sebagai berikut:
Renungan
Apa yang harus diterima untuk menjadi
bahagia? Pengalaman hidup saya berkata, untuk
bahagia setidaknya kita harus menerima dua hal.
Pertama, menerima kenyataan hidup segetir apa pun dan sesakit apa pun kenyataan itu.
Kedua, menerima diri kita apa adanya lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Semuanya harus diterima tanpa syarat.
Renungan
Pernahkah jiwa Anda merasa terluka? Atau bahkan mungkin Anda sedang terluka saat ini? Yakinlah... Anda tidak sendiri. Berjuta-juta orang pernah dan akan terus terluka karena memang itulah wajah kehidupan. Kadang tersenyum, kadang memaki. Sama sekali tidak ada yang salah dengan luka Anda karena itu hanya membuktikan bahwa Anda benar-benar sedang
menjalani sebuah kehidupan.